KH. Muammar ZA Hadiri Dua Pesantren di Lombok Barat, Ribuan Jamaah Padati Pembukaan Safari Haul

KH. Muammar ZA bersama TGH. Hardiyatullah,M.Pd dan TGH. Hamdi Albayani, S.PdI

LOMBOK BARAT – Qari legendaris Indonesia, KH. Muammar ZA, menghadiri rangkaian silaturahmi dan dakwah di dua pondok pesantren di Kabupaten Lombok Barat, Senin, 21 September 2026. Kehadiran sosok yang lantunan Al-Qur’annya telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia itu mendapat sambutan hangat dari ribuan jamaah.


Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Pondok Pesantren Darussalam Bermi, Kecamatan Gerung, pimpinan TGH. Hardiyatullah, M.Pd. Sekitar pukul 09.00 WITA, KH. Muammar ZA menghadiri Pembukaan Safari Haul Syekh Abdul Qadir al-Jailani yang tahun ini dilaksanakan di 86 masjid dan musholla, sekaligus rangkaian Pelantikan Pengurus Idarah Syu’biyyah JATMAN Kabupaten Lombok Barat.

Sejak pagi, ribuan jamaah dari berbagai wilayah memadati lokasi kegiatan. Antusiasme masyarakat semakin terasa ketika KH. Muammar ZA hadir di tengah-tengah jamaah.

Bagi masyarakat, nama KH. Muammar ZA bukanlah nama yang asing. Selama puluhan tahun, suara khas dan lantunan ayat suci Al-Qur’an beliau akrab terdengar melalui corong-corong masjid, musholla, rekaman tilawah hingga berbagai kegiatan keagamaan. Namun kali ini, masyarakat Lombok Barat mendapat kesempatan menyaksikan dan mendengarkan secara langsung qari yang telah dikenal lintas generasi tersebut.

Suasana menjadi semakin khidmat ketika ayat-ayat suci Al-Qur’an dilantunkan. Bagi sebagian jamaah, momentum tersebut menjadi pengalaman tersendiri karena sosok yang selama ini hanya mereka kenal melalui suaranya, kini hadir langsung di hadapan mereka.

Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Bermi, TGH. Hardiyatullah, M.Pd., menyampaikan bahwa kehadiran KH. Muammar ZA menjadi kebahagiaan bagi pesantren dan masyarakat sekaligus menambah semarak dimulainya Safari Haul Syekh Abdul Qadir al-Jailani.

Menurutnya, Safari Haul bukan sekadar kegiatan mengenang dan mendoakan para ulama, tetapi harus menjadi momentum muhasabah dan perubahan diri, khususnya dalam memperbaiki keadaan hati.

«“Momentum Safari Haul ini harus kita jadikan sebagai sarana untuk menjadi manusia yang lebih baik. Bukan hanya memperbaiki yang tampak dari luar, tetapi yang paling utama adalah memperbaiki dan membersihkan hati. Sebab dari hati yang baik akan lahir perkataan, sikap dan perbuatan yang baik,” ungkap TGH. Hardiyatullah.»

Safari Haul Syekh Abdul Qadir al-Jailani sendiri akan bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menjangkau 86 masjid dan musholla. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana memperkuat silaturahmi, menghidupkan majelis ilmu dan zikir, sekaligus menanamkan kecintaan masyarakat kepada para ulama dan orang-orang saleh.

Pelaksanaan pembukaan Safari Haul tahun ini juga terasa istimewa karena dirangkaikan dengan pelantikan kepengurusan JATMAN Lombok Barat. Kehadiran JATMAN diharapkan semakin menguatkan pembinaan umat melalui jalan zikir, ilmu, tasawuf dan penguatan amaliah Ahlussunnah wal Jamaah.

Lanjut Bersilaturahmi ke Sekotong

Usai menghadiri kegiatan di Pondok Pesantren Darussalam Bermi, perjalanan KH. Muammar ZA dilanjutkan menuju lokasi kedua, yakni Pondok Pesantren Ittihadul Bayan, Telagalebur, Kecamatan Sekotong, yang dipimpin TGH. Hamdi Albayani, S.Pd.I.


Kehadiran KH. Muammar ZA juga mendapat sambutan hangat dari keluarga besar pondok pesantren dan masyarakat sekitar. Jamaah datang untuk bersilaturahmi sekaligus mendengarkan secara langsung lantunan Al-Qur’an dari qari yang selama ini mereka kenal melalui berbagai rekaman dan siaran keagamaan.

Pimpinan Pondok Pesantren Ittihadul Bayan, TGH. Hamdi Albayani, S.Pd.I., mengungkapkan rasa bahagia dan syukur atas kesempatan menerima kunjungan KH. Muammar ZA.

«“Kami mewakili keluarga besar pondok pesantren dan masyarakat tentu merasa sangat bahagia dan bersyukur atas kehadiran beliau. Semoga pertemuan ini membawa keberkahan dan menjadikan kita semua semakin dekat dan semakin cinta kepada Al-Qur’an,” ujarnya.»

Ia berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah pertemuan seremonial, tetapi mampu meninggalkan semangat kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dengan cara membaca, mempelajari, menghayati dan mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kunjungan KH. Muammar ZA di dua pondok pesantren tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar silaturahmi. Di Darussalam Bermi, lantunan Al-Qur’an mengiringi dimulainya perjalanan Safari Haul menuju 86 masjid dan musala. Sementara di Ittihadul Bayan Telagalebur, kehadirannya menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk semakin mencintai Kalamullah.

Dari Bermi hingga Sekotong, satu pesan yang mengalir dalam silaturahmi tersebut: mendekat kepada Al-Qur’an, memperbaiki hati, memperkuat zikir dan ilmu, serta berharap keberkahan Allah SWT dalam kehidupan.